Iseh bujang to…?
Wes ndue lakon opo…?
lek wes nduwe lakonono,,,
lek wes mbok lakoni perjuangno,,,
lek wes mbok perjuangne nikmatono,,,
lek wes mbok nikmati syukurono,,,
YAQINO…!!!
Ora Ono Seng Muspro
M.M.N 99
"Tidak ada yang tidak mungkin kawan"
Iseh bujang to…?
Wes ndue lakon opo…?
lek wes nduwe lakonono,,,
lek wes mbok lakoni perjuangno,,,
lek wes mbok perjuangne nikmatono,,,
lek wes mbok nikmati syukurono,,,
YAQINO…!!!
Ora Ono Seng Muspro
M.M.N 99
Sore ini bukan sore kemarin,sore ini tetap lah ini waktu yang terus berlaju,diskusi sore ini tentu bukan yang kemarin,hingga senja terlanjang dengan keindahannya,yang menawarkan hadirnya malam, denganmu malam aku hanya bisa bertemu denganmu hanya lewat mimpi yang telah kau remukkan
Aku tak tahu harus bagaimana menyikapi hati yang sedang ragu dalam menjalani hidup yang tidak hidup ini.
Bagaimana berjalan bila hatiku masih di tutup oleh nafsu.
Janganlah engkau berikan kenikmatan yang akan menjadi “sekat” antara aku dan kau.
.
Terdiam di antara bayangan,menyatu dalam rindu,menyapa dalam diam,hanya sebutir debu yang menyapaku,menyandingi mu pun aku tak mampu wahai kekasihku,

Kawan
kurang lebih tiga tahun telah menghabiskan sebagian cerita
Kini canda tawa mu tak selepas dulu,
Juga tak sekeras dulu
perpisahan adalah semu belaka
Sebagian perjalananmu telah usai Kini kau kembali pada diri sendiri dimana arti bimbang menentukan pilihan
Menjadi debu ataupun batu,
bukan menjadi kotoran yang selalu di anggap menjijikkan, bukan lagi telanjang tanpa ilmu pengetahuan
Telatmu menjadi saksi bisu waktu yang terus barlaju
Berkali-kali ceritapun sudah kau dekap
Kawan
Hari yang kutakutkan telah tiba,
Hanya tinggal goresa tinta yang kehilangan pena
Sepenggal kata tak mempu terucap
Hingga tinggal kenanangan yang menancap
.
Berada di bawah nuasa sang pencipta , sinar rembulan tak sanggup mengambil makna ,dilema kerinduan ciptaan Tuhan
Bukan begitu saja
pagi menghampiri namun tidak denganmu,sungguh malam kelam bersikap netral netralan
Terpaku dalam waktu, menjalani kehidupan tanpa perihal kesopanan,menjadikan bahan pembicaraan.
Kisahku tak sama denganmu,
Kau sibuk dengan kekasihmu, aku sibuk dengan nasib temanku.
Memberi tanpa mengharap balas budi, sungguh kejam dunia ini.
Hari hari mu terhias dengan waktu mencintai.
Jancok
teruslah menghibur dirimu sendiri nak
Seakan-akan kehidupan tak lagi menyiksamu
Bersikaplah seperti senja memeluk dengan rasa sederhana
Aku adalah seorang yang mencari kesibukan di dalam kengangguran sebut saja wong nganggur
Hidup ku di pelosok desa
Kerinduan,kebahagian,bahkan luka di setiap langkah langkah kehidupan.
Terlihat jelas di mata mereka,
Jelas sekali tak berarti.
Kujalani kehidupanku dengan rasa sungkan,
Di tambah dengan rambut kusut yang tertidur di atas kepala, seperti biasa mencari secuil cerita yang hilang begitu saja, mimpi mimpi menjelma menerka berlalu lalu berlabu,
Yang terasa hanya terkurung di sela sela jendela tanpa kaca.
Sandaran tembok kamar beserta debu yang menemaniku.mengawali secuil cerita tanpa suara,melainkan tulisan yang bisa di baca dan menjadikanya suara